Four Kelemahan Jalani Bisnis Keluarga, Dari Perencanaan Hingga Sdm

Four Kelemahan Jalani Bisnis Keluarga, Dari Perencanaan Hingga Sdm

Ditanya mengenai pertumbuhan usahanya yang pesat, Jaya menyatakan bahwa hal itu sudah menjadi suatu keharusan. Tiap tahun minimal harus bertumbuh 15 persen jika tidak mau tergerus dengan inflasi,” katanya. Untuk terus berkembang, Jaya juga mengaku tak segan belajar dari para karyawan yang telah lama bekerja di perusahaannya. Tantangan terbesar bisnis distribusi, lanjut Jaya, terletak pada padatnya modal kerja yang dibutuhkan. Mulai dari pembangunan gudang dan armada transportasi, hingga pengadaan barang-barang yang akan didistribusikan itu sendiri.

PermataBank juga terus mendorong penerapan digitalisasi dalam transaksi perbankan. Digitalisasi juga diterapkan dalam pelayanan melalui kantor cabang dengan bertambahnya Model Branch sebagai salah satu upaya menghadirkan pengalaman perbankan yang seamless dalam pelayanan offline dan on-line. Ihin mengaku kangen dengan kebiasaan makan bersama di luar rumah. Sebab, setelah JK menjadi pejabat tinggi, kebiasaan indah itu tinggal kenangan sejak 10 tahun lalu. “Kalau sekarang budaya makan di luar bersama-sama dilakukan lagi, mungkin harus pakai bus, soalnya cucu sudah 11 dan anak menantu 9 orang,” kata eksekutif yang ke mana-mana mengendarai mobil Toyota Kijang atau Alphard ini. Mengenai Toyota Kijang, mobil ini dipilih dengan alasan untuk menjalankan nasihat orang tua agar bergaya hidup sederhana.

Sedangkan disisi lain Anda bermimpi untuk menjadi lebih mandiri dengan bekerja di perusahaan impian atau merintis bisnis sendiri. Tenaga kerja dan lapangan pekerjaan saat ini memang sangat tidak seimbang. Lapangan pekerjaan yang sedikit berbanding terbalik dengan membludaknya para pencari kerja. Dengan menjalankan usaha keluarga, setidaknya bisa menyerap tenaga kerja, walaupun jumlah yang dibutuhkan biasanya juga sedikit. Di perusahaan, Anda akan ditempa dan mengetahui banyak hal mengenai bisnis perusahaan keluarga. Menjalankan tugas dan kewajiban seperti layaknya karyawan lain.

Tidak jarang, ini menjadi sebuah alasan untuk enggan memulai usaha. Mereka takut kalau usahanya tidak jalan atau hasilnya yang diperoleh tidak sebesar ketika menjadi karyawan. Berbeda dengan mereka yang bermental pengusaha, tidak sedikit orang yang takut pada ketidakpastian dan jatuh miskin.

Melanjutkan usaha keluarga

Seringkali perusahaan keluarga tidak dapat berkembang karena mereka tidah berinovasi dan tidak memperhatikan perkembangan zaman. Jika orang tua kita menjalankan usaha tersebut dengan suatu cara, belum tentu cara tersebut tepat untuk kondisi masa kini. Memulai bisnis tidak mutlak dari modal yang banyak, banyak juga pengusaha sukses yang memulai bisnisnya dari nol. Pertama, mereka yang melanjutkan bisnis keluarga dan dimodali orang tua.

Dalam menjalankan bisnis keluarga terkadang ada saatnya terdapat perbedaan visi misi dan pendapat antar anggota keluarga. Semua perbedaan pendapat tersebut harus dillihat secara profesional. Bisa dikatakan, mengelola bisnis milik sendiri adalah pilihan yang justru lebih mudah ketimbang meneruskan bisnis warisan. Usaha keras saja tak cukup, menjalankan bisnis keluarga juga menyangkut nama besar dan keberlangsungan keluarga. Sudut pandang Anda dan orang tua atau generasi keluarga sebelumnya pasti berbeda-beda.

Comments are closed.