Manfaat Sinar Matahari Untuk Kesehatan, Sumber Vitamin D Tubuh

Manfaat Sinar Matahari Untuk Kesehatan, Sumber Vitamin D Tubuh

Seiring dengan perkembangan teknologi, akhirnya matahari bisa dimanfaatkan untuk menjadi salah satu sumber energi terbarukan untuk digunakan setiap harinya. Dikutip dari Selecthealth, waktu berjemur di bawah sinar matahari membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 30 menit. Kenakan SPF 30 atau lebih di bagian rambut, tangan, kaki, bibir, wajah, lima belas menit sebelum melakukan kegiatan berjemur. Kalsitriol membantu dalam pertumbuhan, perbaikan, dan metabolisme sel kulit serta mencegah penuaan kulit. Dengan itu semua satu di antara cara yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan vitamin D beserta manfaatnya adalah berjemur di bawah sinar matahari selama 5-15 menit.

Ini disebabkan produksi melantonin, hormon pengatur mengatur tidur kita, berlangsung optimum dengan bantuan paparan sinar matahari yang cukup. Mengurangi risiko penyakit kanker.Produksi vitamin D dengan bantuan sinar matahari juga memiliki fungsi menekan pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Di masa wabah corona Covid-19 ini, setiap orang disarankan untuk lebih banyak melakukan aktivitas di rumah. Meski begitu, bukan berarti di waktu isolasi atau karantina diri ini tidak melakukan aktivitas apapun. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan, bahkan memberikan nilai kesehatan. Seperti yang sudah kamu tahu sebelumnya, vitamin D bagus untuk pertumbuhan tulang.

Pentingnya matahari untuk kesehatan tubuh

Dengan terpapar sinar matahari, produksi hormon melatonin pun meningkat. Dengan berkurangnya hormon serotonin dalam tubuh, kita pun jadi rentan terserang seasonal affective disorder Bola Online , yaitu suatu bentuk depresi yang dipicu oleh perubahan musim. Sinar matahari mapu meningkatkan sirkulasi darah dengan melebarkan pembuluh darah di kulit.

Bila Anda ingin mendapatkan vitamin D dari panasnya matahari, usahakan untuk tidak terlalu lama berjemur dan gunakan tabir surya saat keluar rumah. Meski begitu, Anda tetap harus mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk mendapatkan manfaatnya terhadap kesehatan. Tidak hanya itu, vitamin D juga dapat membantu mencegah beragam penyakit, seperti rakitis, osteoporosis, hipertensi, diabetes tipe 1 dan 2, serta a number of sclerosis. Simpan lotion SPF di tempat yang sejuk dan terhindari dari sorotan sinar matahari secara langsung. Hal ini dilakukan agar tersedia cukup waktu untuk kulit menyerap lotion dan bekerja efektif.

Hasil studi melaporkan bahwa orang-orang yang berjemur di bawah sinar matahari pagi dapat terhindar dari stres. Pasalnya, sinar matahari memicu otak untuk melepaskan hormon serotonin, yakni suatu hormon yang bisa meningkatkan suasana hati dan memberikan perasaan tenang. Manfaat berjemur sinar matahari pagi yang selanjutnya dapat meningkatkan kesehatan tulang. Seperti yang telah banyak diketahui, vitamin D merangsang penyerapan kalsium dan fosfor yang dapat menguatkan tulang.

Menurut penelitian, 10 menit di bawah matahari satu dua kali seminggu dapat mengurangi resiko terkena flu hingga 30-40%. Nyatanya dengan berjemur dapat membuat tidur bayi semakin nyenyak loh KLovers. Manfaat sinar matahari pagi ini juga karena hormon melatonin yang berpengaruh pada proses tidur bayi. Manfaat sinar matahari pagi yang lain dari berjemur pagi yang paling sering didengar adalah untuk kesehatan tulang. Hal ini karena sinar matahari membantu stimulasi vitamin D yang sangat dibutuhkan untuk tulang dan gigi.

Menurunnya fungsi reseptor umumnya terjadi pada usia 40 tahun atau 50 tahun ke atas. Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan ditandai dengan gejala berupa halusinasi, kecenderungan untuk menarik diri dari masyarakat, dan berbicara ngawur. Orang dengan defisiensi vitamin D juga berisiko lebih tinggi mengalami penyakit ini. VIVA– Padatnya aktivitas, dan mobilitas yang tinggi membuat banyak orang mengalami sulit tidur. Padahal kurangnya waktu tidur sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mengatakan setiap peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi tidak berarti merata di setiap provinsi.

Oleh sebab itu, Organisasi Kesehatan Dunia mengimbau agar masyarakat tidak memandang sepele penyakit ini dan senantiasa melakukan tindakan pencegahan. Meski begitu, orang yang tertular tidak serta merta akan terkena penyakit yang sama. Orang yang tertular tersebut biasanya hanya akan menunjukkan gejala pilek atauinfeksi saluran napas atas . Anak-anak yang mendapat suplai vitamin D cukup dapat mengurangi risiko infeksi influenza.

Setelah tubuh dan kulit mulai terbiasa, bisa diperpanjang durasinya sesuai kebutuhan. Minumlah air jika lansia menghabiskan waktu yang cukup lama di bawah sinar matahari. Mengonsumsi makanan yang mengandung lycopene dalam jumlah besar dapat membantu mencegah kemerahan kulit akibat sinar UV, salah satunya tomat.

Meski puasa identik dengan rasa lemas dan kantuk, bukan berarti Anda harus merasakan hal yang sama. Ada beberapa ideas puasa sehat yang dapat Anda, coba agar tubuh senantiasa bugar. Konsumsilah makanan yang mengandung vitamin D untuk mencukupi kebutuhan akan vitamin ini.

Comments are closed.